Ponorogo – Reog Astronomy Club (RAC) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo kembali melaksanakan kegiatan kajian rutin pada 9 September 2026, bertempat di Ruang B211. Kegiatan ini menjadi salah satu agenda pengembangan wawasan dan keterampilan anggota RAC dalam bidang astronomi dan ilmu falak.
Kajian rutin tersebut turut dihadiri oleh Imroatul Munfaridah, M.S.I., Koordinator Laboratorium Ilmu Falak Wathoe Dhakon Observatory sekaligus Reog Astronomy Club Fakultas Syariah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Kehadirannya memberikan penguatan terhadap kegiatan kajian sebagai ruang akademik untuk berbagi pengetahuan, pengalaman, serta mendiskusikan berbagai hal yang berkaitan dengan astronomi dan ilmu falak.
Meskipun jumlah peserta yang hadir dalam kajian kali ini tidak terlalu banyak, kondisi tersebut tidak mengurangi semangat para peserta untuk mengikuti kegiatan. Justru, suasana kajian berlangsung lebih intensif dengan adanya interaksi dan diskusi antarpeserta. Setiap peserta memiliki kesempatan untuk menyampaikan pengetahuan maupun pengalaman yang diperoleh dari berbagai kegiatan astronomi yang telah diikuti.
Salah satu agenda utama dalam kajian adalah sharing materi dan pengalaman dari peserta yang sebelumnya mengikuti Jambore Nasional Klub Astronomi. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Tepus, Yogyakarta, pada 3–5 Juli 2026. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama jambore kemudian dibagikan kepada anggota RAC sebagai upaya memperluas wawasan bersama.

Sharing tersebut menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran komunitas. Berbagai materi yang diperoleh dari kegiatan nasional tidak berhenti sebagai pengalaman personal peserta, tetapi ditransfer kepada anggota lain sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara lebih luas. Pola berbagi pengetahuan semacam ini sekaligus memperkuat budaya belajar kolaboratif di lingkungan Reog Astronomy Club.
Menariknya, kajian tidak hanya diisi dengan penyampaian materi secara teoritis. Para peserta juga langsung mempraktikkan salah satu materi yang diperoleh dari Jambore Nasional Klub Astronomi, yakni praktik membuat kalender. Kegiatan praktik tersebut memberikan pengalaman langsung kepada anggota untuk memahami proses penyusunan kalender sekaligus menghubungkan konsep astronomi dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Praktik penyusunan kalender menjadi bagian yang relevan dengan pengembangan keilmuan astronomi dan falak. Kalender berkaitan erat dengan sistem perhitungan waktu, pergerakan benda-benda langit, serta penentuan berbagai informasi berbasis waktu. Oleh karena itu, kegiatan praktik tersebut tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga membuka ruang diskusi mengenai keterkaitan astronomi dengan ilmu falak.
Kegiatan kajian rutin RAC pada kesempatan ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran astronomi dapat dilakukan melalui berbagai pendekatan, mulai dari sharing pengalaman, diskusi, hingga praktik secara langsung. Pendekatan tersebut diharapkan mampu membuat anggota lebih aktif dalam memahami materi sekaligus mendorong mereka untuk mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan pada kegiatan-kegiatan astronomi berikutnya.
Selain membahas materi hasil Jambore Nasional Klub Astronomi, kegiatan juga dilanjutkan dengan rapat persiapan International Observe the Moon Night (IOMN) yang akan dilaksanakan pada 19 September 2026. Rapat tersebut menjadi momentum bagi pengurus dan anggota RAC untuk mempersiapkan kegiatan pengamatan Bulan yang akan datang.
Dalam rapat persiapan tersebut, berbagai aspek kegiatan IOMN menjadi bahan pembahasan dan koordinasi. Persiapan dilakukan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan secara terarah serta mampu memberikan pengalaman astronomi yang edukatif kepada para peserta. Kegiatan pengamatan Bulan juga diharapkan menjadi sarana untuk memperkenalkan astronomi secara lebih dekat kepada masyarakat.
Bagi Reog Astronomy Club, agenda International Observe the Moon Night menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi komunitas dalam memperkenalkan astronomi kepada masyarakat. Melalui kegiatan pengamatan, masyarakat dapat memperoleh kesempatan untuk mengenal objek langit secara langsung sekaligus memahami fenomena astronomi dengan pendekatan yang lebih sederhana dan menarik.
Rangkaian kajian rutin dan persiapan IOMN juga memperlihatkan keterkaitan antara pengembangan kapasitas internal komunitas dan pelaksanaan kegiatan edukasi publik. Pengetahuan yang diperoleh anggota melalui forum nasional, kajian internal, dan praktik diharapkan dapat menjadi bekal untuk melaksanakan kegiatan astronomi yang lebih berkualitas dan bermanfaat.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat posisi Reog Astronomy Club sebagai ruang belajar bersama bagi mahasiswa dan pemerhati astronomi di lingkungan Fakultas Syariah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Melalui kegiatan yang konsisten, RAC berupaya membangun budaya akademik yang tidak hanya berorientasi pada pemahaman teori, tetapi juga pada praktik, kolaborasi, dan pengabdian melalui edukasi astronomi.
Kajian rutin yang dilaksanakan pada 9 September 2026 tersebut akhirnya menjadi momentum untuk berbagi pengetahuan, mempraktikkan keterampilan, sekaligus mematangkan persiapan kegiatan astronomi berikutnya. Meskipun diikuti oleh peserta dalam jumlah terbatas, antusiasme yang ditunjukkan menjadi modal penting bagi keberlanjutan aktivitas RAC. Semangat belajar dan berbagi tersebut diharapkan terus tumbuh sehingga Reog Astronomy Club mampu berkontribusi dalam pengembangan literasi astronomi dan ilmu falak, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.
Kontributor : Tim RAC
Editor : FMC




