Fasya Media Center – Ponorogo, 27 Agustus 2025 – Dalam rangka meningkatkan kualitas dan reputasi jurnal ilmiah di lingkungan akademik, Fakultas Syariah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menyelenggarakan Workshop Jurnal Menuju Scopus dengan menghadirkan narasumber Ramadhita, M.H.I. Ketua Unit Pengelola Jurnal Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sekaligus Editor in Chief jurnal bereputasi internasional De Jure: Jurnal Hukum dan Syar’iah (Scopus Q1, Sinta 1). Workshop yang koordinatori oleh Serambi Jurnal Fakultas Syariah mengambil tema “Kiat Sukses Menuju Jurnal Internasional Bereputasi (Scopus)”.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat lantai 2 Fakultas Syariah ini dihadiri oleh para pengelola jurnal dari berbagai fakultas dan program studi di lingkungan UIN Ponorogo. Workshop ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas tata kelola jurnal serta memberikan pemahaman mendalam mengenai kriteria dan strategi agar jurnal dapat terindeks Scopus.
Dekan Fakultas Syariah Prof. Dr. Hj. Khusniati Rofiah, M.S.I., mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk keseriusan sivitas akademika dalam membangun budaya riset yang unggul.
“Kami berharap workshop ini menjadi momentum awal bagi para pengelola jurnal untuk menyiapkan diri menuju indeksasi internasional. Dengan kerja keras dan kolaborasi, kita bisa mengantarkan jurnal UIN Ponorogo dikenal di kancah global,” ujarnya.
Dalam paparannya, Ramadhita, M.H.I., menegaskan pentingnya integritas, profesionalitas, dan kesabaran dalam proses menuju jurnal bereputasi internasional. “Tidak ada jalan instan menuju Scopus. Dibutuhkan tata kelola yang baik, konsistensi penerbitan, dan substansi artikel yang kuat,” ujarnya.
Beliau menjelaskan bahwa terdapat lima kriteria utama Scopus yang perlu diperhatikan oleh pengelola jurnal:
- Kebijakan Jurnal (Journal Policy) – mencakup kejelasan peer review, keberagaman penulis dan editor, serta etika publikasi.2
- Konten (Content) – memastikan kontribusi akademik yang signifikan dan kualitas naskah yang sesuai dengan fokus dan cakupan jurnal.
- Reputasi Jurnal (Journal Standing) – dilihat dari tingkat sitasi dan kredibilitas editor.
- Konsistensi Penerbitan (Publishing Regularity) – menghindari keterlambatan dan menjaga kontinuitas publikasi.
- Ketersediaan Daring (Online Availability) – meliputi tampilan laman jurnal berbahasa Inggris dan akses penuh terhadap artikel.
Ramadhita juga menyoroti pentingnya keunikan fokus dan ruang lingkup (focus and scope) setiap jurnal agar memiliki daya saing global, serta perlunya kolaborasi dengan penulis dan editor dari luar negeri untuk memperluas jejaring akademik.
Dalam sesi diskusi, para peserta aktif bertanya tentang strategi peningkatan citation, pengelolaan Open Journal System (OJS), dan penerapan kebijakan etika publikasi. Selain itu, isu terkini seperti penggunaan Generative AI dalam publikasi ilmiah juga dibahas sebagai bagian dari transparansi dan integritas akademik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan jurnal-jurnal di lingkungan UIN Ponorogo dapat memperbaiki tata kelola, meningkatkan kualitas substansi artikel, serta secara bertahap menuju indeksasi internasional. “Kita semua sedang berproses menjadi guardian of knowledge,” tutup Ramadhita.
Fakultas Syariah UIN Ponorogo berharap melalui Serambi Jurnal dapat mengantarkan jurnal-jurnal di Fakultas Syariah UIN Ponorogo menuju jurnal internasional bereputasi. Sehingga jurnal di lingkungan Fakultas Syariah dapat bermanfaat bagi dunia pendidikan dan penelitian di tengah-tengah masyarakat.
Kontributor: Yulian, Tim Serambi Jurnal
Editor: FMC




