Ponorogo – Pengelola Fakultas Syariah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo melaksanakan kegiatan “Mbasong” masak hewan bebek entog di momentum “Rejeban” dan Isra’ Mi’raj pada Kamis, 15 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan untuk membangun harmoni dan mempererat hubungan antar pengelola Fakultas Syariah. Kegiatan ini diisi dengan proses memasak hewan bebek entog (basong) bersama-sama, serta menikmati hasil masakan tersebut bersama-sama.
Mbasong adalah kegiatan memasak hewan basong (bebek entog jantan berukuran besar) secara bersama-sama. Tradisi “Mbasong” yang diisi dengan masak hewan bebek entog mungkin ini merupakan salah satu cara untuk memperingati “Rejeban”. Dalam budaya jawa, peringatan pada bulan rajab populer dengan istilah “Rejeban”. Rejeban merupakan manifesto penting bagi kaum Islam dalam menyikapi keistimewaan bulan Rajab dengan bentuk yang sangat beragam dan bertepatan dengan peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW.
Dekan Fakultas Syariah, dalam kesempatan sebelum makan bersama, menyampaikan bahwa kegiatan “Mbasong” ini merupakan salah satu upaya untuk membangun harmoni dan meningkatkan kesadaran spiritual di kalangan sivitas akademika Fakultas Syariah, khususnya pengelola fakultas.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mempererat hubungan antar kita dan meningkatkan kesadaran kita untuk selalu berbuat baik dan beribadah, serta mengambil hikmah dari peristiwa Isra’ Mi’raj,” ujarnya.
Kegiatan “Mbasong” ini dihadiri oleh jajaran dekanat, dosen, staf, dan pekerja outsourcing yang ada di Fakultas Syariah. Mereka semua berpartisipasi dalam kegiatan ini dengan penuh semangat dan sukacita. Kegiatan kali ini diakhiri dengan makan “basong” bersama-sama, namun sebelumnya pengelola fakultas melaksanakan doa bersama yang dipimpin oleh Wakil Dekan I.
Dengan kegiatan ini, Fakultas Syariah UIN Ponorogo berharap dapat membangun harmoni dan meningkatkan kesadaran spiritual di kalangan sivitas akademika.
Reporter : Tim FMC
Editor: FMC




