BUCENG GERHANA: Spirit Tadarrus Ayat Kauniyah di Tengah Gerhana Bulan Total

Fasya Media Center – Ponorogo – Momentum gerhana bulan total pada Rabu, 3 Maret 2026, menjadi ajang tadarrus ayat kauniyah yang penuh makna di UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Kegiatan bertajuk “BUCENG GERHANA” (Buka lan Nginceng Gerhana) ini diselenggarakan oleh Konsorsium Dosen Falak dan Reog Astronomy Club yang bernaung di bawah Laboratorium Falakiyah WDO Fakultas Syariah.

Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Laboratorium Falakiyah WDO sebagai pusat kajian astronomi Islam kampus. Meski cuaca kurang bersahabat akibat hujan yang mengguyur wilayah Ponorogo, semangat ilmiah dan spiritual para peserta tidak surut. Gerhana bulan total memang tidak dapat terekam secara visual, namun esensi tadarrus ayat kauniyah tetap terjaga dengan khidmat.

Kegiatan BUCENG GERHANA dirancang sebagai integrasi antara sains dan ibadah. Empat agenda utama dilaksanakan secara berurutan, yakni:

  1. Buka Puasa Bersama
  2. Observasi Gerhana Bulan Total
  3. Shalat Gerhana (Shalat Khusuf)
  4. Shalat Tarawih Berjamaah

Konsep ini merepresentasikan pendekatan holistik dalam studi falak, di mana fenomena astronomi tidak hanya dipahami sebagai peristiwa fisik, tetapi juga sebagai tanda-tanda kebesaran Allah SWT (ayat kauniyah ).

Shalat Gerhana: Implementasi Fikih Falakiyah

Sebagai respons atas fenomena gerhana bulan total, dilaksanakan *shalat gerhana (khusuf)* berjamaah di Laboratorium Falakiyah WDO. Shalat ini menjadi bentuk aktualisasi integrasi ilmu falak dan fikih ibadah.

Dalam perspektif syariat, gerhana merupakan tanda kebesaran Allah yang mengundang refleksi dan peningkatan spiritualitas. Oleh karena itu, pelaksanaan shalat gerhana dalam rangkaian BUCENG GERHANA menjadi momentum tadabbur, bukan sekadar seremoni ritual.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan shalat tarawih berjamaah, mengingat momentum tersebut berada dalam suasana Ramadan. Perpaduan buka puasa, observasi ilmiah, dan ibadah malam menghadirkan atmosfer akademik-spiritual yang kuat.

Laboratorium Falakiyah WDO sebagai Pusat Kajian Astronomi Islam

Laboratorium Falakiyah WDO Fakultas Syariah berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu falak dan astronomi Islam di lingkungan kampus. Di bawah naungan Konsorsium Dosen Falak dan Reog Astronomy Club, laboratorium ini aktif menggelar kegiatan observasi hilal, gerhana, hingga edukasi astronomi untuk mahasiswa dan masyarakat.

Kegiatan BUCENG GERHANA menjadi bukti komitmen laboratorium dalam menghidupkan tradisi ilmiah berbasis ayat kauniyah. Meskipun cuaca tidak mendukung, substansi kegiatan tetap tercapai: membangun kesadaran bahwa fenomena langit adalah ruang dialog antara wahyu dan sains.

Hujan Tak Menghalangi Makna

Kendala cuaca memang menjadi tantangan klasik dalam observasi astronomi. Namun dalam konteks BUCENG GERHANA, hujan justru menghadirkan dimensi reflektif tersendiri. Keterbatasan visual tidak mengurangi nilai spiritual dan akademik dari kegiatan tersebut.

Semangat kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dalam Konsorsium Dosen Falak dan Reog Astronomy Club menunjukkan bahwa studi falak bukan sekadar pengamatan benda langit, melainkan proses pembacaan tanda-tanda kebesaran Allah SWT secara ilmiah dan kontemplatif.

Dengan terselenggaranya BUCENG GERHANA pada bulan Ramadhan Tahun 1447 H, Fakultas Syariah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo kembali menegaskan perannya sebagai pelopor integrasi keilmuan antara syariah dan sains astronomi. Meski gerhana bulan total tak sempat terekam kamera, maknanya tetap terekam dalam kesadaran kolektif para peserta sebagai bagian dari tadarrus ayat kauniyah yang hidup dan relevan.

Kontributor: Tim RAC

Editor: FMC

Bagikan Artikel
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
LANGUAGE »