Ponorogo – Watoe Dhakon Observatory (WDO) bersama Reog Astronomy Club (RAC) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri (UIN) Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo kembali menyelenggarakan kegiatan edukasi astronomi melalui program Road to School di MI Al-Kautsar pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan yang dilakukan malah hari ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan malam bina iman dan takwa (mabit) yang diikuti sekitar 150 siswa kelas VI.
Kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar astronomi yang berbeda bagi para siswa. Tidak hanya mendapatkan pengetahuan di dalam ruangan, para peserta juga diajak mengenal benda langit melalui pengamatan Bulan secara langsung. Perpaduan antara penyampaian materi dan praktik observasi menjadikan kegiatan ini sebagai sarana pembelajaran sains yang menarik, interaktif, dan dekat dengan pengalaman siswa.
Sebelum kegiatan utama dimulai, Koordinator Laboratorium Watoe Dhakon Observatory Fakultas Syariah UIN Ponorogo, Imroatul Munfaridah, M.S.I., memberikan pengantar mengenai Watoe Dhakon Observatory dan Reog Astronomy Club. Ia memperkenalkan peran kedua unit tersebut dalam pengembangan edukasi astronomi serta upaya mengenalkan ilmu falak dan fenomena langit kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
Dalam pengantarnya, peserta juga memperoleh gambaran singkat mengenai pentingnya mempelajari astronomi serta mengenal peralatan yang digunakan dalam kegiatan pengamatan benda langit. Pengenalan ini menjadi bekal awal bagi para siswa sebelum mengikuti praktik observasi Bulan. Dengan demikian, mereka tidak hanya melihat objek langit, tetapi juga memahami bahwa pengamatan astronomi membutuhkan pengetahuan, instrumen, dan ketelitian.
Setelah sesi pembukaan dan pengantar, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang Bulan yang dipandu langsung oleh tim Reog Astronomy Club. Tim yang bertugas terdiri atas Dzaky, Farhan, Afrian, April, Aul, Melyza, dan Hani. Para anggota RAC mengemas materi dengan pendekatan edukatif agar mudah dipahami oleh siswa kelas VI.

Materi tentang Bulan menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan ini karena Bulan merupakan benda langit yang dapat diamati secara langsung dan memiliki berbagai fenomena menarik untuk dipelajari. Melalui penjelasan tim RAC, siswa diajak mengenal Bulan lebih dekat sekaligus membangun rasa ingin tahu terhadap berbagai fenomena astronomi yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Suasana kegiatan berlangsung meriah dengan antusiasme para siswa yang mengikuti penjelasan materi. Bagi sebagian besar peserta, kegiatan ini menjadi pengalaman baru dalam mengenal astronomi melalui pendekatan yang berbeda dari pembelajaran di kelas. Mereka berkesempatan menghubungkan pengetahuan yang disampaikan dengan objek langit yang dapat diamati secara langsung.
Puncak kegiatan Road to School berlangsung melalui sesi pengamatan Bulan menggunakan teleskop. Pada kesempatan tersebut, Bulan berada dalam fase kuartal pertama (first quarter), yaitu fase ketika bagian Bulan yang tampak terang dari Bumi terlihat kurang lebih separuh. Fase ini menjadi kesempatan menarik bagi siswa untuk mengenali kenampakan Bulan melalui instrumen pengamatan astronomi.
Pengamatan dilakukan dengan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk melihat Bulan secara langsung melalui teleskop. Pengalaman ini menghadirkan suasana belajar yang berbeda karena peserta dapat menyaksikan objek langit yang sebelumnya hanya mereka kenal melalui buku pelajaran atau gambar. Praktik observasi juga membantu memperkenalkan penggunaan instrumen astronomi sebagai bagian dari proses mempelajari fenomena alam semesta.
Tidak hanya siswa, para guru MI Al-Kautsar juga menunjukkan antusiasme dalam mengikuti rangkaian kegiatan. Pengamatan Bulan menjadi pengalaman yang berkesan karena memberikan kesempatan kepada guru dan siswa untuk bersama-sama menyaksikan objek langit melalui teleskop. Interaksi tersebut sekaligus memperkuat suasana pembelajaran yang kolaboratif antara pendidik, peserta didik, dan tim edukator astronomi.
Kontributor : Tim RAC
Editor : FMC




