Fasya Media Center – Ponorogo — Watoe Dhakon Observatory (WDO) Fakultas Syariah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo kembali menjadi magnet edukasi astronomi bagi pelajar. Pada Rabu, 12 November 2025, observatorium yang berada di bawah Fakultas Syariah tersebut menerima kunjungan dari perwakilan SMA dan MA se-Kabupaten Ponorogo. Setiap sekolah mengirimkan dua siswa dan satu guru pendamping untuk mengikuti sesi pembelajaran langsung mengenai astronomi dan observasi benda langit.
Kegiatan diawali di Laboratorium Ilmu Falak, di mana Koordinator Watoe Dhakon Observatory, Imroatul Munfaridah, M.S.I., menyampaikan materi pengantar astronomi. Dalam pemaparannya, Koordinator WDO menjelaskan dasar-dasar ilmu perbintangan, pentingnya astronomi dalam peradaban Islam, serta pengenalan khusus mengenai struktur dan fenomena Matahari yang menjadi fokus utama pembelajaran hari itu. Para peserta, baik siswa maupun guru, tampak antusias mengikuti paparan yang disampaikan secara interaktif dan aplikatif.
Memasuki sesi kedua, para peserta diarahkan menuju area observatorium untuk observasi Matahari secara langsung menggunakan instrumen teleskop modern yang tersedia di Watoe Dhakon Observatory. Sesi praktik ini dipandu oleh para anggota aktif Reog Astronomy Club (RAC) Fakultas Syariah UIN Ponorogo, yaitu Abdul, April, dan Fatma. Peserta terlihat antusias mempelajari cara penggunaan teleskop, teknik pengamatan aman terhadap Matahari, serta mengenali bintik matahari dan aktivitas permukaannya. Dengan menggunakan teleskop berfilter khusus, para peserta dapat melihat bintik matahari dan aktivitas permukaan Matahari secara aman. Para guru pun tidak kalah bersemangat. Mereka turut mencoba teleskop dan terlibat aktif dalam diskusi mengenai fenomena yang diamati.

Di sela kegiatan, Munfaridah juga memperkenalkan program unggulan Reog Astronomy Club, yaitu “RAC Road to School”, sebuah program edukasi astronomi yang siap hadir langsung di sekolah-sekolah untuk memberikan pembelajaran interaktif, observasi langit, dan pelatihan dasar ilmu falak. Program ini disambut sangat baik oleh para guru pendamping.
Salah satu guru, Totok dari SMA Sambit, menyampaikan ketertarikannya untuk mengundang RAC berkunjung ke sekolahnya. “Kami sangat senang dan berharap RAC bisa datang ke SMA Sambit untuk berbagi ilmu astronomi dengan siswa kami. Ini pengalaman yang luar biasa,” ujarnya.
Kunjungan ini menjadi pengalaman berharga bagi pelajar Ponorogo untuk mengenal astronomi secara langsung melalui pendekatan ilmiah dan praktik. Selain memperluas wawasan, kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan minat generasi muda terhadap ilmu astronomi serta memperkenalkan peran UIN Ponorogo sebagai pusat edukasi falak dan observasi langit di wilayah Jawa Timur.
Dengan adanya kegiatan ini, Watoe Dhakon Observatory dan Reog Astronomy Club Fakultas Syariah UIN Ponorogo kembali menegaskan komitmennya dalam membuka akses pembelajaran astronomi yang inklusif dan inspiratif bagi masyarakat, khususnya bagi pelajar tingkat menengah.
Kontributor : Tim RAC
Editor : FMC




