Semarak Santri Fest 2026, Watoe Dhakon Observatory dan Reog Astronomy Club Fakultas Syariah UIN Ponorogo Ajak Peserta Jelajahi Matahari dan Bulan Bersama PAC Fatayat NU Ponorogo

Ponorogo – Watoe Dhakon Observatory dan Reog Astronomy Club (RAC) Fakultas Syariah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo turut memeriahkan kegiatan Santri Fest 2026 melalui kolaborasi bersama Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Ponorogo pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Bertempat di area Bazar UMKM Kader NU, Masjid NU Ponorogo, kegiatan ini menghadirkan edukasi astronomi yang memadukan pengamatan benda langit dengan suasana perayaan Hari Santri yang edukatif dan interaktif.

Mengusung semangat mengenalkan astronomi kepada masyarakat luas, keikutsertaan Watoe Dhakon Observatory dan RAC menjadi salah satu upaya mendekatkan ilmu pengetahuan kepada para peserta Santri Fest. Berdasarkan informasi pada publikasi kegiatan, RAC menghadirkan layanan pengamatan Matahari dan Bulan menggunakan teleskop, sekaligus menyediakan stan interaktif dan merchandise yang dapat dinikmati pengunjung.

Kegiatan edukasi astronomi dipandu langsung oleh anggota Reog Astronomy Club, yaitu Farhan, Afriyan, Fatma, dan Melyza. Mereka mendampingi peserta dalam mengenal objek langit, memperkenalkan penggunaan teleskop, serta memberikan penjelasan mengenai fenomena astronomi yang dapat diamati secara langsung. Kehadiran tim RAC memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk memperoleh pengalaman belajar yang berbeda dari aktivitas bazar pada umumnya.

Kegiatan pada sore hari diisi dengan pengamatan Matahari menggunakan teleskop yang disiapkan oleh tim. Melalui sesi ini, peserta diajak mengenal Matahari sebagai bintang pusat tata surya sekaligus memahami pentingnya pengamatan astronomi dalam mempelajari benda-benda langit. Pengamatan dilakukan dengan instrumen yang sesuai untuk observasi Matahari sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan edukasi secara aman.

Sesi pengamatan Matahari menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa ingin tahu masyarakat terhadap astronomi. Para peserta tidak hanya diperkenalkan pada teleskop sebagai alat pengamatan, tetapi juga diajak memahami bahwa fenomena langit dapat dipelajari melalui pendekatan ilmiah. Pengalaman tersebut diharapkan mampu membuka wawasan bahwa astronomi merupakan bidang ilmu yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan dapat dipelajari oleh berbagai kalangan.

Kemeriahan Santri Fest 2026 berlanjut pada malam hari melalui edukasi astronomi kepada para peserta fashion show. Dalam kesempatan tersebut, Tim WDO dan RAC menghadirkan sesi pengamatan Bulan menggunakan teleskop. Kegiatan ini menjadi pengalaman menarik bagi peserta dan pengunjung karena memberikan kesempatan untuk menyaksikan objek langit secara langsung di tengah rangkaian acara perayaan Hari Santri.

Pengamatan malam tersebut bertepatan dengan Bulan yang berada pada fase purnama, sebagaimana disampaikan dalam informasi kegiatan, yaitu malam 13 Jumadil Awal 1448 Hijriah. Fase purnama menjadi salah satu momen yang menarik untuk memperkenalkan kenampakan Bulan kepada masyarakat. Melalui teleskop, peserta dapat mengamati permukaan Bulan dan memperoleh pengalaman visual yang lebih dekat dibandingkan pengamatan dengan mata telanjang.

Kehadiran edukasi astronomi di tengah kegiatan fashion show menunjukkan bahwa pembelajaran sains dapat dipadukan dengan beragam aktivitas sosial dan kebudayaan. Santri Fest tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan kreativitas dan memperkuat kebersamaan, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai sarana memperluas wawasan masyarakat tentang ilmu pengetahuan dan alam semesta.

Dalam kegiatan ini, Imroatul Munfaridah, M.S.I., turut hadir sebagai Koordinator Laboratorium Ilmu Falak Fakultas Syariah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo sekaligus pembina Reog Astronomy Club. Ia juga hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua PAC Fatayat NU Ponorogo, sehingga kegiatan ini mempertemukan peran akademik, edukasi astronomi, dan pengabdian organisasi dalam satu ruang kolaborasi.

Kolaborasi tersebut menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi, komunitas astronomi, dan organisasi perempuan Nahdlatul Ulama dalam menghadirkan kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat. Melalui keterlibatan berbagai unsur, edukasi astronomi dapat disampaikan dengan pendekatan yang lebih terbuka, menyenangkan, dan mudah dijangkau oleh peserta dari berbagai latar belakang.

Partisipasi WDO dan RAC dalam Santri Fest 2026 juga memperkuat komitmen untuk mengembangkan literasi astronomi melalui kegiatan observasi langsung. Penggunaan teleskop sebagai media pembelajaran memberikan pengalaman konkret bagi peserta dalam mengenal Matahari dan Bulan. Pendekatan ini diharapkan mampu mendorong ketertarikan generasi muda terhadap sains, khususnya astronomi dan ilmu falak.

Melalui kolaborasi bersama PAC Fatayat NU Ponorogo, Watoe Dhakon Observatory dan Reog Astronomy Club Fakultas Syariah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo berharap edukasi astronomi dapat terus hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat. Keikutsertaan dalam Santri Fest 2026 menjadi wujud bahwa semangat Hari Santri dapat dirayakan melalui perpaduan tradisi, kreativitas, dan pengembangan ilmu pengetahuan. Dari pengamatan Matahari pada sore hari hingga menjelajahi permukaan Bulan pada malam hari, astronomi hadir sebagai pengalaman edukatif yang memperkaya semarak Santri Fest 2026.

Kontributor : Tim RAC

Editor : FMC

Bagikan Artikel
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
LANGUAGE »