Perspektif Kampus Di Tengah Gejolak Dalam Negeri

Akhir-akhir ini beranda media sosial dan lini masa berita seakan tidak lepas dari dua kata: “krisis” dan “gejolak”. Rupiah melemah, harga BBM naik, PHK massal di mana-mana, ditambah kebijakan baru seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Merah Putih. Belum lagi wacana perluasan wewenang Polri dan TNI yang jadi perbincangan publik.

Semua itu bikin atmosfer kampus ikut terasa berat. Sebagai sivitas akademika, kita tidak bisa menutup mata. Tapi pertanyaannya: mau dibawa ke mana sikap kita? Cuma mengeluh, atau justru menjadikan situasi ini pijakan untuk bertumbuh? Ini 5 langkah nyata yang bisa dilakukan “manusia kampus” di tengah situasi yang tidak menentu:

  1. Jadi Penyaring Berita, Bukan Corong Panik

Di era digital, rasa cemas lebih cepat viral daripada solusi. Isu rumit soal ekonomi sampai keamanan sering dipotong jadi narasi emosional.Tugas utama orang terdidik adalah cek fakta dan kuatkan literasi. Jangan gampang percaya hoaks atau judul provokatif. Tanya dulu konteksnya: Kenapa Rupiah turun? Apa efeknya ke kita? Apa argumen pro-kontra perluasan wewenang aparat? Gunakan medsos untuk mencerdaskan, bukan memecah belah. Pahami dulu duduk perkaranya, baru bersuara.

  1. Mode Hemat Tapi Masuk Akal: Taktik Bertahan Hidup

Saat BBM mahal dan inflasi naik, uang saku mahasiswa pasti kena imbas. Waktunya aktifkan mode survival yang cerdas, antara lain: Efisiensi pengeluaran dengan beralih angkutan umum, atau sepeda apabila memungkinkan biar ongkos makin ringan. Hidup sederhana, dengan masak sendiri di kos atau rumah jadi cara paling ampuh lawan harga pangan yang naik. Mencari penghasilan tambahan, tidak perlu gengsi.

  1. Sikapi Kebijakan Pakai Data, Bukan Emosi

Dua kebijakan yang lagi hangat: MBG dan Koperasi Merah Putih.Mahasiswa bahkan Dosen tidak boleh hitam-putih. Sikap yang pas: kritis tapi objektif. Kritik yang Membangun: Kalau ada masalah di lapangan, sampaikan lewat kajian, makalah, atau diskusi kampus. Kritik tanpa solusi itu cuma keluhan.Turun Lapangan: Lakukan riset kecil. Apa programnya tepat sasaran? Gimana mekanisme koperasinya jalan? Temuan mahasiswa sering jadi data berharga buat publik.

  1. Siapkan Diri dari Sekarang Hadapi Dunia Kerja

Isu PHK massal adalah alarm keras. Dunia kerja makin nggak ramah. Jangan puas cuma dengan IPK. Upgrade skill yang dibutuh industri masa depan, perluas jaringan, dan mulai pikirkan jalur wirausaha kalau pintu perusahaan besar makin sempit. Jadi pribadi yang adaptif dan tahan banting adalah kunci.

  1. Kawal Garis Demokrasi

Terkait wacana tambahan kewenangan Polri dan TNI, mahasiswa punya peran historis sebagai penjaga demokrasi. Pahami batas hukum dan tata negara. Diskusikan bareng: apakah ini demi stabilitas, atau berpotensi tumpang tindih dan mempersempit ruang kebebasan? Suara akademisi penting supaya kebijakan keamanan tetap jalan di koridor hukum, HAM, dan keadilan.

Kampus bukan ruang hampa, terlebih kampus dikenal dengan kehidupan akademiknya oleh Para Profesor, Dosen serta Mahasiswa. Gejolak di luar pagar pasti masuk ke dalam. Kita tidak bisa netral, tapi bisa memilih: jadi korban kepanikan, atau agen perubahan. Tetap kritis biar nggak dibodohi. Tetap produktif agar tidak kalah dengan keadaan. Tetap bertahan karena dari kampus inilah masa depan bangsa disiapkan, bahkan saat badai sekalipun. Lebih-lebih 1 Juni adalah lahir Pancasila.

Nahrowi, Dosen Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Bagikan Artikel
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
LANGUAGE »