2 Dosen Fakultas Syariah UIN Ponorogo Raih Beasiswa LPDP Program Doktoral Tahun 2026

Ponorogo – Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo kembali mengukir prestasi. Dua dosennya berhasil lolos seleksi Beasiswa LPDP Program Doktoral Tahun 2026, yaitu Fuady Abdullah, M.A. dan Anjar Kususiyanah, M.Hum. Pencapaian ini menjadi bukti nyata komitmen fakultas dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Fuady Abdullah: Memperkuat Studi Keislaman Tradisional di Fakultas Syariah

Fuady Abdullah menyampaikan rasa syukur atas nikmat yang diraih. Ia memilih program doktoral melalui beasiswa LPDP dengan tujuan utama meningkatkan kapasitas sebagai dosen dalam bidang pengabdian, pengajaran, pendidikan, dan penelitian.

“Mendaftar LPDP agar pendidikan dapat berjalan lebih fokus, kemudian bisa maksimal dalam belajar,” ujarnya.

Fuady akan melanjutkan studi di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Jakarta pada Program Studi Studi Islam. Riset yang akan diambil masih bersifat alternatif, namun tetap berada dalam bidang keahliannya, yaitu Ushul Fiqh.

“Sesuai kapasitas saya sebagai dosen Ushul Fiqh, setelah selesai studi saya berharap dapat berkontribusi kepada fakultas dengan memajukan studi keislaman, terutama keislaman yang tradisional melalui pembelajaran kitab kuning. Dan bagaimana Ushul Fiqh dapat merespon perkembangan hukum Islam di zaman sekarang,” jelasnya.

Menurutnya, tantangan terbesar dalam seleksi LPDP adalah tahap seleksi substansi, di mana kesiapan untuk belajar dan meneliti menjadi fokus penilaian. Untuk dosen lain yang ingin mendaftar, ia berpesan: “Terencana sejak awal agar dipersiapkan sebaik-baiknya, dan terus mencoba dan mencoba sampai berhasil. Istikomah dan bersabar adalah kunci dalam kesuksesan ini.”

Ia juga mengapresiasi peran Fakultas Syariah yang memberikan motivasi, dukungan, dan kesempatan untuk melanjutkan studi.

Anjar Kususiyanah: Kaji Insentif Hukum Green Gig Economy

Anjar Kususiyanah juga mengungkapkan rasa syukur dan bahagianya. Bagi Anjar, kelulusan ini merupakan hasil dari proses panjang persiapan akademik.

“Saya melanjutkan studi S3 untuk meningkatkan kompetensi akademik, memperdalam kepakaran di bidang hukum bisnis, serta membangun jejaring dengan para akademisi dan peneliti. Saya memilih LPDP karena lembaga ini kredibel dan transparan dalam pengelolaan dana pendidikan,” ungkapnya.

Anjar akan menempuh pendidikan di Program Doktor Ilmu Hukum Universitas Gadjah Mada dengan konsentrasi Hukum Bisnis. Tema risetnya adalah desain instrumen insentif hukum dalam tata kelola platform transportasi daring untuk mendorong green gig economy di Indonesia.

“Penelitian ini mengkaji bagaimana regulasi dapat mendorong perusahaan platform mengurangi emisi sekaligus tetap melindungi pekerja gig. Tema ini relevan untuk mengatasi persoalan ekonomi digital dan keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.

Riset ini diharapkan dapat memperkuat pengembangan keilmuan hukum bisnis, hukum ekonomi syariah, regulasi teknologi, dan ekonomi berkelanjutan. Terkait seleksi, Anjar menyebut tes skolastik dan wawancara sebagai tahap paling menantang. Untuk menghindari tes skolastik, ia sejak awal mengupayakan Letter of Acceptance (LoA) dari UGM. Sementara untuk wawancara, ia mempersiapkan diri dengan mempelajari kembali esai, proposal, dan mengikuti simulasi mock interview.

Tips penting darinya: “Tentukan fokus kajian yang benar-benar selaras dengan bidang yang ditekuni. Cari calon promotor yang sesuai. Jangan takut mencoba, persiapkan riset terbaik, dan teruslah melangkah karena kesempatan besar sering kali datang kepada mereka yang berani memulai.”

Setelah lulus, Anjar berkomitmen kembali mengabdi di Fakultas Syariah UIN Ponorogo. Ia ingin memperkuat kurikulum Hukum Bisnis, khususnya hukum bisnis digital, regulasi teknologi, dan ekonomi berkelanjutan. Ia juga berencana mengembangkan pusat kajian yang menghubungkan hukum, teknologi, dan keberlanjutan.

Pimpinan Fakultas Syariah mengapresiasi capaian kedua dosen tersebut. Dukungan institusional diberikan melalui rekomendasi studi yang selaras dengan kebutuhan pengembangan SDM dan keilmuan di institusi.

“Berbagai proses pembelajaran selama mengabdi, baik teknis, administratif, maupun manajerial, menjadi bekal penting dalam merumuskan rencana studi dan kontribusi pascastudi secara lebih matang,” tambah Anjar.

Keberhasilan Fuady Abdullah dan Anjar Kususiyanah diharapkan menjadi motivasi bagi dosen lain untuk terus mengembangkan diri dan membawa nama baik Fakultas Syariah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo di kancah nasional maupun internasional.

Reporter : Tim FMC

Editor : FMC

Bagikan Artikel
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
LANGUAGE »