Refleksi Milad ke-9 Reog Astronomy Club, Watoe Dhakon Observatory Perkuat Tradisi Kajian Astronomi dan Strategi Observasi Fajar

Ponorogo – Watoe Dhakon Observatory (WDO) bersama Reog Astronomy Club (RAC) Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menyelenggarakan kajian rutin Reboan pada Rabu, 28 Oktober 2026, pukul 14.30 WIB di ruang B210. Kegiatan yang dilaksanakan secara berkala setiap dua minggu sekali ini menjadi ruang belajar, berdiskusi, dan memperkuat kompetensi anggota dalam bidang astronomi dan ilmu falak. Kajian kali ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan Milad ke-9 Reog Astronomy Club.

Kajian kali ini mengangkat tema “Berburu di Batas Fajar: Strategi Mengamati Objek Langit dalam Sebelum Matahari Terbit”, dengan menghadirkan Dr. Nihayatur Rohmah, M.S.I. sebagai pemateri. Tema tersebut mengajak peserta untuk memperluas pemahaman mengenai strategi pengamatan objek langit pada waktu menjelang Matahari terbit, ketika kondisi langit dan waktu pengamatan menjadi aspek penting dalam kegiatan observasi astronomi.

Kajian rutin Reboan merupakan salah satu upaya RAC dalam membangun budaya belajar yang berkelanjutan. Melalui pertemuan yang diselenggarakan setiap dua minggu sekali, anggota memperoleh kesempatan untuk memperdalam pengetahuan, bertukar pengalaman, serta mengembangkan kemampuan memahami fenomena langit. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menghubungkan teori astronomi dengan praktik pengamatan yang dilakukan oleh komunitas.

Materi yang disampaikan Dr. Nihayatur Rohmah, M.S.I. menjadi bagian penting dalam penguatan wawasan peserta mengenai pengamatan astronomi menjelang fajar. Waktu sebelum Matahari terbit memiliki karakteristik tersendiri karena perubahan kecerlangan langit dapat memengaruhi keterlihatan objek tertentu. Oleh sebab itu, pengamatan pada periode tersebut membutuhkan perencanaan waktu, pemahaman kondisi langit, serta pemilihan objek dan instrumen yang sesuai.

Melalui tema tersebut, peserta diajak memahami bahwa kegiatan observasi astronomi tidak hanya bergantung pada ketersediaan teleskop atau peralatan pengamatan, tetapi juga pada kemampuan menentukan waktu dan strategi observasi. Ketelitian dalam merencanakan pengamatan menjadi salah satu keterampilan penting bagi astronom amatir, terutama ketika melakukan pengamatan terhadap objek yang memiliki jendela waktu observasi terbatas.

Selain menjadi forum pengembangan keilmuan, kajian kali ini memiliki makna khusus bagi keluarga besar RAC karena berlangsung bersamaan dengan peringatan Milad ke-9 Reog Astronomy Club. Sembilan tahun perjalanan menjadi momentum untuk mengenang proses pertumbuhan komunitas, mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan, serta memperkuat komitmen dalam mengembangkan astronomi dan ilmu falak di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Peringatan milad dilaksanakan secara sederhana, tetapi penuh keakraban. Para anggota berkumpul untuk merayakan hari jadi komunitas yang telah menjadi ruang belajar dan bertumbuh bersama bagi para pencinta astronomi.

Suasana kebersamaan semakin terasa melalui kegiatan makan bersama setelah rangkaian kajian. Momen ini tidak sekadar menjadi perayaan ulang tahun, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mempererat hubungan antaranggotanya. Kebersamaan tersebut merupakan salah satu unsur penting dalam menjaga keberlanjutan komunitas, karena semangat belajar dan berkegiatan tumbuh melalui interaksi, dukungan, serta rasa memiliki terhadap organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, Imroatul Munfaridah, M.S.I., selaku pendamping RAC menyampaikan refleksi mengenai perjalanan sembilan tahun Reog Astronomy Club. Refleksi ini menjadi ruang untuk melihat kembali perkembangan komunitas, berbagai pengalaman yang telah dilalui, serta peran RAC dalam mengenalkan astronomi kepada mahasiswa dan masyarakat. Perjalanan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya menjaga konsistensi kegiatan pembelajaran dan pengembangan kapasitas anggota.

Imroatul Munfaridah juga menyampaikan harapan agar RAC terus berkembang sebagai komunitas yang aktif, produktif, dan mampu menjaga semangat belajar anggotanya. Ke depan, RAC diharapkan semakin memperkuat kajian rutin, kegiatan observasi, pengembangan keterampilan teknis, serta program edukasi astronomi kepada masyarakat. Dengan demikian, usia sembilan tahun tidak hanya menjadi penanda perjalanan, tetapi juga menjadi titik tolak untuk merancang langkah yang lebih baik.

Perpaduan antara kajian ilmiah dan peringatan milad menunjukkan bahwa pengembangan komunitas astronomi membutuhkan keseimbangan antara peningkatan kompetensi dan penguatan kebersamaan. Kajian rutin memberikan ruang bagi anggota untuk terus belajar, sedangkan peringatan milad menjadi momentum untuk menumbuhkan rasa bangga, solidaritas, dan tanggung jawab bersama dalam menjaga keberlangsungan organisasi.

Melalui kajian Reboan dan peringatan Milad ke-9 ini, Watoe Dhakon Observatory dan Reog Astronomy Club Fakultas Syariah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo menegaskan komitmen untuk terus menumbuhkan budaya akademik dan kecintaan terhadap astronomi. Sembilan tahun bukanlah akhir perjalanan, melainkan pijakan untuk melangkah lebih jauh dalam belajar, mengamati, berbagi, dan menginspirasi melalui astronomi.

Kontributor : Tim RAC

Editor : FMC

Bagikan Artikel
Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
LANGUAGE »